Senin, 18 Juli 2011
Minggu, 17 Juli 2011
Epistiimolog (ilmu pengetahuan)
Epistimologi
Aliran-aliran teori pengetahuan
Epistimologi (perihal pengetahuan)
Epistimologi (perihal kebenaran)
Logika
Logika Bahasa Yunani Logikos
Aspek-aspek kajian logika
Etika
Etika
Prinsip etika
Objek etika
Aliran-aliran dalam etika
Tanggung jawab
Fungsi ilmu pengetahuan
Komponen pengembangan ilmu
Epistimologi
Aliran-aliran teori pengetahuan
Epistimologi (perihal pengetahuan)
Epistimologi (perihal kebenaran)
Logika
Logika Bahasa Yunani Logikos
Aspek-aspek kajian logika
Etika
Etika
Prinsip etika
Objek etika
Aliran-aliran dalam etika
Tanggung jawab
Fungsi ilmu pengetahuan
Komponen pengembangan ilmu
Jumat, 15 Juli 2011
Kamis, 26 Mei 2011
FILSAFAT ILMU
Filsafat Ilmu merupakan bagian dari filsfat yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial. Di sini, filsafat ilmu sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi. Filsafat ilmu berusaha untuk dapat menjelaskan masalah-masalah seperti: apa dan bagaimana suatu konsep dan pernyataan dapat disebut sebagai ilmiah, bagaimana konsep tersebut dilahirkan, bagaimana ilmu dapat menjelaskan, memperkirakan serta memanfaatkan alam melalui teknologi; cara menentukan validitas dari sebuah informasi; formulasi dan penggunaan metode ilmiah; macam-macam penalaran yang dapat digunakan untuk mendapatkan kesimpulan; serta implikasi metode dan model ilmiah terhadap masyarakat dan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri.Filsafat berasal dari bahasa yunani PHILOSOPHIA yang berarti “cintakebijaksanaan“.
· Filsafat yang berarti “CintaKebijaksanaan“ adalah ingintahu secaramendalam dan mendasar atau secara fundamental mengenaihakikat kebenaran sesuatu yang “ ada “ ( sesuatu yang benar-benarada )
· Dengan demikian filsafat merupakanilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakika tkebenaran segala sesuatu dengan bantuan filsafat, manusia berusaha menangkap makna, hakikat, hikmah di setiap pemikiran, realitas dan kejadian.
· Filsafat mengantarkan manusia untuk lebih jernih, mendasar dan bijaksana dalam berpikir, bersikap, berkata, berbua tdan mengambil kesimpulan.
· Filsafat berarti juga materscientiarum yang berarti induk dari segala ilmu pengetahuan.
Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Logika sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sikap skeptis yang mempertanyakan segala hal.
Ilmu diperoleh manusia melalui
· Pengalaman dalam kehidupan manusia termasuk penelitian.
· Proses berpikir analisis dan sintesis terhadap gejala-gejala social dangejala-gejalaalam.
· Berfikir merupakan satu-satunya kegiatan manusia yang memiliki kebebasan sejati, karena tidak dapat dibatasi oleh siapapun dan kekuasaan apapun juga.
Ilmu dan agama
Dapat menjadi obyek berfikir filsafat yang berarti juga dalam wilayah filsafat terdapa twilayah filsafat ilmu dan wilayah filsafat agama.
Kebenaran ilmu
Kebenaran ilmu sebagai hasil usaha manusiau ntuk berfikir dan menyelidiki tentang pengetahuan dah keilmuan yg menghasilkan kebenaran nisbi yang selalu dapat berubah dan berkembang.
· Ilmu berawal dari dorongan ingintahu manusia yang sangat besar untuk menghasilkan“ pengetahuan “ (knowledge).
· S. homby mengartikan ilmu sebagai susunan atau kumpulan pengetahuannya yang di peroleh melalui penelitian dan percobaan dari fakta-fakta.
· Kebenaran ilmu bersifat apostiori karena harus teruji atau dapat di buktikan kebenarannya sbb; ilmu eksakta dan ilmu social.
· Ilmu adalah kebenaran obyektif (tau secaratepat).
Kebenaran filsafat
Kebenaran kodrati karena merupakan hasil usaha manusia melalui proses berfikir secara mendasar untuk mencari hakikat, kebenaran tentang obyek yang dipikirkan.
· Kebenaran filsafat –kebenaran kodrati.
o hasil usaha manusia / pemikiran manusia
o yang dilakukan dengan kesadaran
· Filsafat bersifat nisbi sebagai hasil berfikir manusia untuk memenuhi keingintahuannya dalam mencar dan mengungkapkan kebenaran yang dapat berubah dan berkembang.
· Fisafat diterima dengan akal sehat (comman sense) tanpa perlu di buktikan secara empiris.
· Filsafat dalam kesemestaannya mencari hakikat kebenaran segala sesuatu yang dapat di pikirkan sebagai objek berfikir.
· Sumber kebenaran filsafat adalah hasil usaha manusia yang tidak sempurna.
· Kebenaran filsafat bukan kebenaran sektoral, factual dan bukan pula kebenaran empiris.
· kebenaran filsafat benar demi pikiran sehat (common sense) dan bukan kebenaran ilmu yang benar karena bukti dan bukan kebenaran agama yang benar karena keimanan.
Kebenaran agama
karena datang dari Alloh bukan di peroleh dari usaha manusia.
Agama sebagai kebenaran mutlak yang bersifa tapriori dan tidak perlu di uji karena sudah terbukti kebenarannya.
Hakikat manusia
Kita harus selalu menggunakan hakikat manusia dalam saetiap berfikir
· Manusiadiciptakanoleh 2 substansiyaitu;
o Fisik (jasmani)
o Non fisik (rohani)
· Energi di dalam jiwa disebut kemampuan (mental psykologi)
o Efektif
o Shycologis
o Kognitif
o Bijaksana
Langganan:
Komentar (Atom)